Membahas tentang silaturahmi, apa arti dari kata “silaturahmi”
itu?
Silaturahmi dibentuk dari kata shilah dan ar rahim. Kata
shilah berasal dari washalayashilu-wasl(an) washilat(an), artinya adalah
hubungan. Adapun ar-rahim atau ar-rahm, jamaknya arhâm, yakni rahim atau
kerabat. Asalnya dari ar-rahmah (kasih sayang); yang digunakan untuk menyebut
rahim atau kekerabatan.
Dengan demikian, secara bahasa silaturahmi artinya adalah
hubungan kekerabatan.
Namun, sekarang banyak sekali tantangan-tantangan dalam
menjalin silaturahmi pada sesama, contoh seperti sekarang sering sekali kita
menerima informasi yang berbau fitnah, kebencian, dan provokasi sehingga
menyebabkan rusaknya silaturahmi yang baik.
“Sesungguhnya
setan benar-benar berputus asa untuk dapat disembah oleh orang-orang yang
shalat. Akan tetapi dia akan tetap menyebarkan permusuhan diantara mereka.”
(HR. Tirmidzi)
Lalu, bagaimana cara kita agar bisa menghindari rusaknya
tali silaturahmi? Berikut cara-caranya :
- --
Berhenti menebar kebencian
- --
Membuang jauh-jauh ego kita
- --
Memahami tujuan kita diciptakan
- --
Sering membantu antar sesama
- --
Membalas segala sesuatu dengan kebaikan
Silaturahmi juga menyebabkan seorang hamba tidak akan putus
hubungan dengan Allah di dunia dan akhirat.
Disebutkan dalam Shahîh al-Bukhâri dan Shahîh Muslim, dari Abu Ayyûb al-Anshârî:
أَنَّ رَجُلًا قَالَ : يا رَسُولَ اللَّهِ أَخْبِرْنِي بِمَا يُدْخِلُنِي الْجَنَّةَ وَيُبَاعِدُنِي مِنَ النَّارِ فَقَالَ النَّبِيُّ : لَقَدْ وُفِّقَ أَوْ قَالَ لَقَدْ هُدِيَ كَيْفَ قُلْتَ ؟ فَأَعَادَ الرَّجُلُ فَقَالَ النَّبِيُّ : تَعْبُدُ اللَّهَ لَا تُشْرِكُ بِهِ شَيْئًا وَتُقِيمُ الصَّلَاةَ وَتُؤْتِي الزَّكَاةَ وَتَصِلُ ذَا رَحِمِكَ فَلَمَّا أَدْبَرَ قَالَ النَّبِيُّ : إِنْ تَمَسَّكَ بِمَا أَمَرْتُ بِهِ دَخَلَ الْجَنَّةَ
Bahwasanya ada seseorang berkata kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa
sallam : “Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku tentang sesuatu yang
bisa memasukkan aku ke dalam surga dan menjauhkanku dari neraka,” maka
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh dia telah diberi
taufik,” atau “Sungguh telah diberi hidayah, apa tadi yang engkau
katakan?” Lalu orang itupun mengulangi perkataannya. Setelah itu Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Engkau beribadah kepada Allah
dan tidak menyekutukannya dengan sesuatu pun, menegakkan shalat,
membayar zakat, dan engkau menyambung silaturahmi”. Setelah orang itu
pergi, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Jika dia
melaksanakan apa yang aku perintahkan tadi, pastilah dia masuk surga”
sip
BalasHapussipp
BalasHapusHalo emak (≧∇≦)
BalasHapusyooo
BalasHapusyooiii
BalasHapusokee vaa
BalasHapussipppp
BalasHapusiyoiyoiyoshapp
BalasHapus-,- -_-
BalasHapusooooooh
BalasHapusoke sipsip:)
BalasHapusoh yo hebat ya
BalasHapusiyainnn mbakkk
BalasHapusla piye ya
BalasHapusmenarikk
BalasHapusyoaaa
BalasHapusmutu ya
BalasHapusyo va yo
BalasHapussipp
BalasHapushebaatt
BalasHapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapusiya makasih
BalasHapusOooh
BalasHapus